Jumat, 05 April 2013

KONSUMSI OKSIGEN

LAPORAN PRAKTIKUM                                                                                       Acc+
FISIOLOGI BIOTA AIR
KONSUMSI OKSIGEN
(KO2)










               OLEH
                            NAMA               : AHMAD SUKARJI
                            STAMBUK       : L221 11 262
                            KELOMPOK    : V (LIMA)
                                        SISTEN             :  NUR HASLINA S.Pi
                                                                                   SYAFARUDDIN
                                                           SRI WAHYUNI FIRMAN







LABORATORIUM FISIOLOGI BIOTA AIR
JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013




PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perikanan merupakan suatu bidang ilmu yang terus berubah dan berkembang. Sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan penangkapan, pemiaraan, dan pembudidayaan ikan, ilmu perikanan sangat membantu pencapaian sasaran pembangunan nasional, yakni masyarakat maritim yang mandiri. Karenanya ilmu perikanan harus dikaji dan dikembangkan terutama oleh dosen dan mahasiswa perikanan sebagai ujung tombak pengembangan dan penerapan teknologi perikanan (Fujaya, 2004).
Fisiologi dapat di definisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi, mekanisme dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel-sel organisme. Fisiologi mencoba menerangkan faktor-faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi seluruh proses kehidupan. Fisiologi ikan mencakup penginderaan, komunikasi antara sel/organ, osmoregulasi peredaran darah, pernafasan, pencernaan, pertumbuhan dan reproduksi ( Fujaya, 2004).
Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolism. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat di tentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki system respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup (Fujaya,2004).
Kebutuhan oksigen ikan sangat dipengaruhi umur, aktivitas,serta kondisi perairan. Semakin tua suatu organisme, laju metabolismenya semakin rendah. Selain itu, umur mempengaruhi ukuran ikan, sedangkan ukuran ikan yang berbeda membutuhkan oksigen yang berbeda pula. Semakin besar ukuran ikan,jumlah konsumsi oksigen per mg berat badan semakin rendah. Selain perbedaan ukuran, perbedaan aktivitas juga menyebabkan perbedaan kebutuhan oksigen. Namun demikian, pemenuhan kebutuhan ini sangat ditentukan oleh kondisi oerairan terutama kelarutan oksigen ( Fujaya,2004 ).
Ikan membutuhkan oksigen untuk proses penguraian makanan dalam tubuhnaya dan kesemua komponen proses metabolisme membutuhkan oksigen oleh karna itu termasuk bakteri, prposes masuknya oksigen dengan cara difusi kedalam tubuh ikan melewati organ insang dan keluarnya CO2 ke lingkungan  perairan bebas diluar tubuh ikan di sebut dengan pernapasan.oleh karna itu kebutuhan oksigen dalam air harus tetap terjaga karena kekurangan oksigen akan mengakibatkan biota yang kita pelihara bersaing satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan oksigennya yang mengakibatkan stres sampai dengan kematian total (Firdau, 2011).
Faktor yang mempengaruhi konsumsi oksigen pada ikan menurut Zonneveld (1991), antaraslain;  (1) Aktifitas , ikan dengan aktifitas tinggi misalnya ikan yang aktif berenang akan mengkonsumsi oksigen jauh lebih banyak dari pada ikan yang tidak aktif, (2) Ukuran, Ikan dengan ukuran lebih kecil, kecepatan metabolismenya lebih tinggi daripada ikan yang berukuran besar sehingga oksigen yang dikonsumsi lebih banyak, (3) Umur, ikan yang berumur masih muda akan  mengkonsumsi  oksigen  lebih  banyak  dari  pada  ikan  yang  lebih tua, dan (4) Temperatur, ikan yang berada pada temperatur tinggi laju metabolismenya  juga  tinggi  sehingga  konsumsi  oksigen  lebih  banyak.
Tujuan dan Kegunaan
            Tujuan diadakannya praktikum Fisiologi Hewan Air mengenai konsumsii oksigen adalah untuk mengetahui jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh Ikan Manfish (Pterophyllum scalare)berdasarkan berdasarkan berat badan dengan satuan dan ukuran dengan satuan mgO2/ L/ BB/ jam dan mgO­2/ L/ ekor/ jam.
            Kegunaan dari praktikum ini adalah dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan dalam mengelola kualitas air media pemeliharaan, terutama kadar oksigen terlarut yang optimal bagi organisme yang dibudidayakan serta upaya untuk meningkatkan kelarutannya dalam media.




METODOLOGI PRAKTIKUM
Waktu dan tempat
Praktikum Fisiologi Biota Air mengenai Konsumsi Oksigen dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 15 Maret 2013, pukul 09:45WITA di Laboratorium Fisiologi Biota Air, Jurusan perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Alat dan bahan
Tabel 1.  Alat dan fungsi yang digunakan dalam praktikum konsumsi oksigen
No.
Alat
Fungsi
1.
Botol BOD
Sebagaiwadahatautempatpengamatan
2.
Timbanganelektrik
Untuk menimbangberatikan
3.
Spuyer
Untuk mengukuroksigen
4.
DO meter
Untuk mengukuroksigenterlarut
5.
Kertas label
Pemberiketeranganpadabotol BOD
6.
Botolrespirasi
Sebagai alat padapraktikum KO2
7.
Stop Watch
Untuk menghitung waktu

Tabel 2. Bahan dan fungsi yang digunakan dalam praktikum konsumsi oksigen yaitu:
No.
Bahan
Fungsi
1
Air tawar
Sebagai tempat hidup ikan air tawar
2
Ikan Manfish (Pterophyllum scalare)
Sebagai ikan sampel yang diteliti
3
Tissue
Untuk pembersih alat
4
Kertas label
Sebagai pemberi tanda pada botol

Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum konsumsi oksigen (O2) yaitu Pertama-tama menyiapkan alat dan bahan, selanjutnya mengisi ember dengan air tawar sampai penuh. Kemudian ambil air sampel dari ember dengan botol BOD (Biological Oxygen Demand) sampai tidak ada gelembung udara, lalu diukur kelarutan oksigennya dengan menggunakan DO meter, hasil pengukuran tersebut itulah DO awal. Setelah itu, air dari ember akan dialirkan ke botol respirasi ketiga-tiganya sampai penuh. Selanjutnya tiga sampel ikan akan dimasukkan ke botol respirasi sesuai dengan ukuran tubuhnya sampai tidak ada gelembung udara. Setelah itu akan diaklimatisasi dan dilanjutkan proses respirasi. Kemudian akan dialirkan ke botol BOD (Biological Oxygen Demand) sesuai dengan botol yang diberi label. selanjutnya masing-masing air sampel botol BOD (Biological Oxygen Demand) akan diukur kelarutan oksigennya dengan menggunakan DO meter.Lakukan dari tiap 10 menit,20 menit dan 30 menit. Kemudian sampel ikan yang ada dalam botol respirasi dikeluarkan dan ditimbang sesuai ukuran tubuhnya kecil dan besar dengan menggunakan alat timbangan elektrik yang berketelitian 0,001, data disajikan sebagai mg/O2/bb/jam. Konsumsi oksigen dihitung berdasarkan seklisi antara konsentrasi oksigen yang masuk (DO awal) dan keluar (DO akhir) dari botol respirasi, kemudian catat hasilnya.
Kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oleh kemmapuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akanmempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki sistem respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup (Mirza, 2010).



PengukurPeubah
1.    Menghitung komsumsi oksigen pada botol konrol (mg / jam)
Y = (DO awal – DO akhir) x V/1000 : t/60
2.    Menghitungkonsumsipadaikanbesar (X) danikankecil (Z) (mg/jam)
X = (DO awal – DO akhir ikan besar x V/1000 : t/60
Z = (DO awal – DO akhir ikan besar x V/1000 : t/60
3.    Menghitung total konsumsi pada ikan besar (A) dan ikan kecil (B)
            Ikan besar (A) = X – Y          
            Ikankecil   (B) = Z – Y
4.    Menghitung konsumsi / berat badan (mgO2 / L / bb / jam )
                  A
                  Ikan besar =
                                           Berat total ikan
B
   Ikan kecil = 
                                           Berat total ikan

5.    Menghitung konsumsi / ekor (mgO2 / L / ekor / jam )

                A
                Ikan besar = 
                                           Jumlah ikan
                B
 Ikan kecil= 
                                          Jumlah ikan

Keterangan:
Ø DO awal     = Oksigen awal (mg/L)
Ø DO akhir     = Oksigen akhir  (mg/L
Ø   Y                = Konsumsi oksigen pada botol kontrol (mg/jam)
Ø  X                = Konsumsi oksigen ikan besar (mg/jam)
Ø  Z                = Konsumsi oksigen ikan kecil (mg/jam)
Ø  V                = Volume Botol Respirasi


LAMPIRAN
DO awal                            = 5,4mg/L
DO akhir                           = 2,6 mg/L            
DO botol kontrol    10        = 4,5mg/L
                               20       = 2,1mg/L
                               30       = 2,3mg/L
DO ikan kecil       10         = 4,0mg/L
                             20         = 4,3mg/L
                             30         = 4,7mg/L                                              
DO ikan besar     10          = 2,3 mg/L
                            20          = 1,9 mg/L
                            30          = 1,7 mg/L
Berat badan ikan besar: 1 = 2,43 g
2 = 2,19 g               
                                        3= 2,61 g
Berat total                          = 7,23  g
Berat rata-rata                   = 2,41  g
Berat badan ikan kecil   :1 = 1,60g                
2 = 1,21 g               
3 = 1,07 g
Berat total                         = 3,88  g
Berat rata-rata                  = 1,29  g
V  = 600 ml

Menghitung konsumsi oksigen akhirpada botol kontrol (mg/jam)
Y  = (Do awal - Do akhir) × V/1000 : t/60
                 = (5,4 – 2,6) × 600/1000 : 30/60
     = 2,8 x 0,6 : 0,5
     = 3,36mg/jam
a.   Pengolahan data 10 menitpertama
1.   Menghitung konsumsi oksigen pada ikan besar (X) dan ikan kecil (Z) (Mg/jam)
X  = (Do awal - Do akhir ikan besar) × V/1000 : t/60
                 = (5,4 – 2,3) × 600/1000 : 10/60
                 = 3,1 x 0,6 : 0,17
                 = 10,94mg/Jam
            Z   = (Do awal - Do akhir ikan kecil) × V/1000 : t/60
                 = (5,4– 4,0) × 600/1000 : 10/60
                 = 1,4 x 0,6 : 0,17
                 =4,94mg/Jam
2.   Menghitung total konsumsi pada ikan besar (A) dan ikan kecil (B)
            Ikanbesar (A)      = X – Y
                                        = (10,94– 3,36) mg/Jam
                                        = 7,58mg/Jam
            Ikankecil (B)        = Z – Y
                                        = (4,94– 3,36) mg/Jam
                                        = 1,58mg/Jam
3.   Menghitung konsumsi oksigen per berat badan (mgO2/L/BB/Jam)
            Ikan besar            = A / Berat total ikan
                                        = 7,58/ 7,23
                                        = 1,04mgO2/L/BB/Jam
            Ikan kecil             = B / Berat total ikan
                                        = 1,58/ 3,88
                                        = 0,40mgO2/L/BB/Jam
4.   Menghitung konsums ioksigen per ekor (mgO2/L/ekor/Jam)
            Ikan besar               = A / Jumlah ikan
                                        = 7,58/ 3
                                        =2,52mgO2/L/ekor/Jam
Ikan kecil                 = B / jumlah ikan
                                         = 1,58/ 3
                      = 0,52mgO2/L/ekor/Jam
b.  Pengolahan data 10 menitkedua
1.   Menghitung konsumsi oksigen pada ikan besar (X) danikankecil (Z) (mg/jam)
X  = (Do awal - Do akhir ikan besar) × V/1000 : t/60
     = (5,4 – 1,9) × 600/1000 : 20/60
                 = 3,5 x 0,6 : 0,33
                 = 6,36mg/Jam
Z  = (Do awal - Do akhir ikan kecil) × V/1000 : t/60
     = (5,4 – 4,3) × 600/1000 : 20/60
                 = 1,1 x 0,6 : 0,33
                 = 2mg/Jam
2.   Menghitung total konsumsi pada ikan besar (A) danikankecil (B)
            Ikan besar (A)     = X – Y
                                        = (6,36  – 3,36) mg/Jam
                                        = 3mg/Jam
            Ikankecil (B)        = Z – Y
                                        = (2 – 3,36) mg/Jam
                                        = -1,36mg/Jam
3.   Menghitung konsumsi oksigen per berat badan (mgO2/L/BB/Jam)
Ikanbesar            = A / Berat total ikan
                            = 3/ 7,23
                            = 0,41mgO2/L/BB/Jam
Ikan kecil             = B / Berat total ikan
                                        = -1,36/ 3,88
                                        = -0,35mgO2/L/BB/Jam
4.   Menghitung konsumsi oksigen per ekor (mgO2/L/ekor/Jam)
Ikanbesar            = A / Jumlahikan
                            =3 / 3
                            = 1mgO2/L/ekor/Jam
            Ikan kecil                 = B / jumlah ikan
                                        = -1,36/ 3
                      = -0,45mgO2/L/ekor/Jam
c.   Pengolahan data 10 menitketiga
1.   Menghitung konsumsi oksigen pada ikan besar (X) dan ikan kecil (Z) (mg/jam)
      X   = (Do awal - Do akhir ikan besar) × V/1000 : t/60
     = (5,4 – 1,7) × 600/1000 : 30/60
     =3,7 x 0,6 : 0,5
     =4,44mg/Jam
Z   = (Do awal - Do akhir ikan kecil) × V/1000 : t/60
     = (5,4 – 4,7) × 600/1000 : 30/60
     =0,7 x 0,6 : 0,5
     = 0,84mg/Jam
2.   Menghitung total konsumsi pada ikan besar (A) dan ikan kecil (B)
Ikanbesar (A)      = X – Y
                            = (4,44– 3,36) mg/Jam
                            = 1,08mg/Jam
Ikankecil (B)        = Z – Y
                                        = (0,84– 3,36) mg/Jam
                                        = -2,52mg/Jam
3.   Menghitung konsumsi oksigen per berat badan (mgO2/L/BB/Jam)
      Ikan besar            = A / Berat total ikan
                            = 1,08/ 7,23
                            = 0,14mgO2/L/BB/Jam
Ikankecil              = B / Berat total ikan
                            = -2,52/ 3,88
                            = -0,64mgO2/L/BB/Jam    
4.   Menghitung konsumsi oksigen per ekor (mgO2/L/ekor/Jam)
Ikan besar           = A / Jumlah ikan
                                        = 1,08/ 3
                                        = 0,36mgO2/L/ekor/Jam
Ikan kecil             = B / jumlah ikan
                                        = -2,52/ 3
                      = -0,84mgO2/L/ekor/Jam












HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada Ikan, maka dapat diketahui jumlah konsumsi oksigen dengan berat badan MgO2/L/BB/jam seperti pada Tabel 3.
Tabel 3. Data hasil pengamatan Konsumsi oksigen pada ikan Manfish (Pterophyllum scalare) :
No.
DO awal
(mg/L)
DO akhir
(mg/L)
DO (mg/L)
BotolKontrol
IkanBesar
Ikan Kecil
1
2
3
5,4
-
-
-
-
2,6
4,5
2,1
2,3
2,3
1,9
1,7
4,0
4,3
4,7

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa DO awal yang diperoleh 5,4mg/L dan DO akhirnya 2,6mg/L yang diambil dari DO akhir botol kontrol. DO akhir ikan besar pada menit ke 10, yaitu 2,3mg/L, dan pada menit ke 20 yaitu 1,9mg/L, serta pada menit ke 30 yaitu 1,7mg/L. Sedangkan DO akhir pada ikan kecil pada menit ke 10, yaitu 4,0 mg/L, dan menit ke 20, yaitu 4,3mg/L, serta menit ke 30 yaitu 4,7mg/L. Tampak jelas bahwa data kelarutan oksigen (DO) yang diperoleh setiap rentang waktu mengalami penurunan dan jumlah oksigen yang digunakan oleh ikan besar lebih kecil dibandingkan dengan ikan kecil. Ukuran tubuh juga menentukan besarnya laju konsumsi oksigen. Hewan yang berukuran tubuh kecil akan memiliki laju konsumsi oksigen per unit massa yang lebih besar disbanding hewan yang berukuran lebih besar. Hal ini pun sesuai dengan pernyataan Djawad dkk., 2003 (dalam Aristiawan, 2012) bahwa organisme yang lebih kecil memiliki laju metabolisme yang lebih tinggi dibandingkan dengan organisme yang ukuran tubuhnya lebih besar, maka mengkonsumsi oksigen semakin besar pula, karena semua anggota tubuh yang bergerak membutuhkan energi yang berasal dari oksigen dan makanan.

Tabel 4.Data hasil pengamatan konsumsi oksigen pada ikan Manfish (Pterophyllum scalare)
No.
Bobot Ikan (g)
mgO2 / L/ BB/ jam
mgO2/L/ekor/jam
A
B
A
B
A
B
1
2,43
1,60
1,04
0,40
2,52
0,52
2
2,19
1,21
0,41
-1,35
1
-1,36
3
2,61
1,07
0,14
-2,52
0,36
-0,84

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa ikan besar mempunyai berat total 133,8g dengan konsumsi oksigen pada menit ke 10, yaitu 0.008 mgO2/L/BB/Jam dan pada menit ke 20, yaitu 0,008 mgO2/L/BB/Jam serta pada menit ke 30, yaitu 0,01mgO2/L/BB/Jam. Sedangkan pada ikan kecil memiliki berat total 67,2 g dengan konsumsi oksigen pada menit ke 10, yaitu0,03mgO2/L/BB/Jam dan pada menit ke 20, yaitu 0,041mgO2/L/BB/Jam serta pada menit ke 30, yaitu 0,04mgO2/L/BB/Jam. Tampak jelas bahwa ikan yang berat badannya lebih besarl konsumsi oksigennya lebih kecil. Hal ini sesuai dengan pernyataan Fujaya (2004)bahwa semakin besar ukuran ikan, jumlah konsum sioksigen per mg berat badan semakin rendah.

Pembahasan
Oksigen sebagai bahan pernafasan di butuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolisme. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki sistem respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup (Fujaya, 2004).
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada Temperatur dan tekanan standar , dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gasdiatomik  dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur  paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa dan unsur paling melimpah dikerak  Bumi. Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi (Darmadi, 2011).
Dapat dilihat juga konsumsi oksigen per ekorikan besarpada menit ke 10adalah 0,35 mgO2/L/ekor/Jam dan pada menitke 20 adalah 0,37 mgO2/L/ekor/Jam serta pada menitke 30 adalah 0,04 mgO2/L/ekor/Jam. Sedangkan pada ikan kecil jumlah konsumsi oksigennya pada menit 10 adalah 0,58mgO2/L/ekor/Jam, danpada menit ke 20adalah 0,91mgO2/L/ekor/Jam serta pada menit ke 30 adalah 0,80mgO2/L/ekor/Jam.Tampak jelas bahwa konsumsi oksigen ikan per ekornya semakin banyak pada tiap pertambahan waktu. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan aktivitas dari tiap ikan tersebut. Sebagai mana menurut Zonneveld, 1991 (dalam Aristiawan, 2012) bahwafaktor yang mempengaruhi konsumsi oksigen pada ikan, yaitu (1) aktifitas, ikan dengan aktifitas tinggi misalnya ikan yang aktif berenang akan mengkonsumsi oksigen jauh lebih banyak dari pada ikan yang tidak aktif; (2)ukuran, ikan yang ukurannya lebih kecil, kecepatan metabolismenya lebih tinggi daripada ikan yang ukurannya lebih besar sehingga konsumsi oksigennya lebih banyak;(3) umur, ikan yang masih berumur masih muda akan mengkonsumsi oksigen lebih banyak daripada ikan yang lebih tua; (4) temperature, ikan yang berada pada temperature tinggi laju metabolismenya tinggi sehingga konsumsi oksigennya lebih banyak.
Perbandingan antara jumlah konsumsi oksigen pada ikan besar dan ikan kecil dimana jumlah konsumsi ikan ikan kecil lebih banyak dibandingkan  dengan jumlah konsumsi oksigen ikan besar. Ini dikarenakan ikan kecil lebih banyak membutuhkan oksigen lebih banyak untuk digunakan dalam pembentukan sel-sel yang ada dalam tubuhnya dan juga untuk pertumbuhan, sedangkan ikan besar hanya membutuhkan oksigen untuk mempertahankan hidup. Tetapi dari hasil praktikum jumlah konsumsi ikan besar lebih banyak dari pada jumlah oksigen yang digunakan oleh ikan kecil. Ini dikarenakan karena perbandingan bentuk tubuh antara ikan besar dan ikan kecil tidak terlalu berbeda. Kebutuhan oksigen untuk tiap jenis biota air berbeda-beda, tergantung dari jenisnya dan kemampuan untuk beradaptasi dengan naik turunnya kandungan oksigen.Menurut Djawad dkk (2003), bahwa semakin besar suatu organisme maka mengkonsumsi oksigen semakin besar pula karena semua anggota tubuhnya bergerak memerlukan energi yang berasal dari oksigen dan makanan (terjadi metabolisme dalam tubuh).
Ikan merupakan hewan  poikiloterm, suhu  tubuhnya  akan  menyesuaikan diri dengan suhu  lingkungannya. Suhu media air akan  mempengaruhi  kandungan oksigen terlarut yang akan berakibat terhadap proses  respirasi ikan (Debora, 2011).














KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa konsumsi oksigen Ikan Manfish (Pterophyllum scalare)berukuran kecil/berat badan dalam mgO­2 / L / BB / jam sebesar 0,820 mg, sedangkan pada ikan besar sebanyak 0,557 mg.  Sedangkan  kebutuhan atau konsumsi oksigen Ikan Manfish (Pterophyllum scalare)berukuran kecil dalam mgO2 / L / ekor / jam yaitu 5,85 mg, sedangkan pada ikan besar sebanyak 0,056 mg.
Saran
Laboratorium
         Sebaiknya laboratorium memperbaiki keadaan laboratorium yang kurang kondusif karena ada beberapa dari lantai laboratorium telah rusak dan bau pralatan xg kurang bersih di dalam laborottorium.
Asisten
1.    NUR HASLINA S.Pi
Sering-seringlah kakak tersenyum, jangan mahal senyum biaar kelihatan manis kiq kakak.
2.    SYAFARUDDIN
            Kak, jangan buat orang jenkel praktikan, tapi kakak mudah membuat suasana praktikan happy.
3.    SRI WAHYUNI FIRMAN
Jangan biarkan praktikan menunggu, lakukanlah sebagaimana prosedur asisten itu berlaku.



DAFTAR PUSTAKA
Darmadi. 2011.http://www.scribd.com/doc/24174029/laporan-praktikum-FHA-konsumsi-oksigen (Diakses pada hari sabtu pukul 05:32 pada tanggal 30 maret 2013. Makassar).
Debora, Tabitha. 2011.http://www.scribd.com/doc/112168059/Konsumsi-Oksigen-Pada-Ikan-Nila-1 (Diakses pada hari sabtu pukul 05:32 pada tanggal 30 maret 2013. Makassar).
Firdaus. 2011.http://firdausbudidayaperikanan.blogspot.com/2012/03/laporan-fisologi-hewan-air.html (Diakses pada hari sabtu pukul 05:32 pada tanggal 30 maret 2013. Makassar).
Fujaya ,Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Tekhnik Perikanan. Penerbit Rineka Cipta; jakarta.
Mirza, 2010.http://api3kmirza.wordpress.com/2008/06/03/33/ (Diakses pada hari sabtu pukul 05:32 pada tanggal 30 maret 2013. Makassar).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong Komentarnya ya... Biar aku bisa memperbaaiki apa yang kurang dan salah.
Mohon bantuannya ^_^

My Blog List

Statistik Uchiha Arjhi'e