LAPORAN PRAKTIKUM Acc+
FISIOLOGI BIOTA AIR
HEMATOLOGI
OLEH
NAMA : AHMAD SUKARJI
STAMBUK : L221 11 262
KELOMPOK
: V (LIMA)
ASISTEN : MUHAMMAD KASYFUL ANWAR
ACHMAD
FUAD FATHURRAHMAN
LABORATORIUM
FISIOLOGI BIOTA AIR
JURUSAN
PERIKANAN
FAKULTAS
ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS
HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perikanan merupakan suatu bidang ilmu yang terus berubah dan berkembang.
Sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan
penangkapan, pemiaraan, dan pembudidayaan ikan, ilmu perikanan sangat membantu
pencapaian sasaran pembangunan nasional, yakni masyarakat maritim yang mandiri.
Karenanya ilmu perikanan harus dikaji dan dikembangkan terutama oleh dosen dan
mahasiswa perikanan sebagai ujung tombak pengembangan dan penerapan teknologi
perikanan( Fujaya, 2008).
Fisiologi dapat di definisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi,
mekanisme dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel-sel organisme. Fisiologi
mencoba menerangkan faktor-faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi seluruh
proses kehidupan. Fisiologiikanmencakuppenginderaan, komunikasiantara sel/organ, osmoregulasiperedarandarah, pernafasan, pencernaan,
pertumbuhandanreproduksi( Fujaya,
2004).
Haematologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang darah
serta jaringan yang membentuk darah. Darah merupakan bagian penting dari system
transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2
bagian besar yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli.
Komponen penyusun system peredaran darah adalah jantung,
darah, saluran darah, dan limpa.Saluran pembuluh darah utama dalam tubuh ikan
adalah arteridan vena yang terdapatdisepanjang tubuh. Arteri atau pembuluh nadi
merupakan pembuluh yang berdinding tebal dan kuat tetapi tidak mempunyai
klep-klep, berfungsi membawa darah meninggalkan jantung. Sedangkan vena atau
pembulu balik merupakan pembuluh darah yang berdinding tipis yang mempunyai
klep-klep pada jarak tertentu, berfungsi membawa darah kembali ke jantung( Fujaya, 2004).
Darah merupakan salah satu komponen sistem transport yang
sangat vitalkeberadaannya. Fungsi vital darah di dalam tubuh
antara lain sebagai pengangkutzat-zat kimia
seperti hormon, pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh,dan
pengangkut oksigen dan karbondioksida. Selain itu, komponen darah sepertitrombosit dan plasma darah memiliki peran penting
sebagai pertahanan pertamadari serangan penyakit yang masuk ke dalam tubuh.Perubahan gambaran darah dan kimia darah, baik
secara kualitatif maupun kuantitatif, dapat menentukan kondisi
kesehatannya
Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari:
jantung beruang dua, yaitu sebuah-bilik (ventrikel) dan sebuah serambi
(atrium). Jantung terletak dibawah faring di dalam rongga pericardium , yaitu
bagian dari rongga tubuh yang terletak dianterior (muka). selain itu, terdapat
organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima
darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung.
Darah ikan tampak pucat dan relative sedikit bila dibanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih (Baihaqi, 2012).
Darah ikan tampak pucat dan relative sedikit bila dibanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih (Baihaqi, 2012).
Pada proses peredaran darah, darah dari seluruh
tubuh yang mengandung CO2 kembali ke jantung melalui vena dan berkumpul di
sinus venosus kemudian masuk ke serambi. Selanjutnya, darah dari serambi masuk
ke bilik dan dipompa menuju insang melewati konus arterious, aorta ventralis,
dan empat pasang arteri aferen brakialis (Baihaqi, 2012).
Oksigen diikat oleh darah, selanjutnya menuju
arteri eferen brakialis dan melalui aorta dorsalis darah diedarkan ke seluruh
tubuh. Di jaringan tubuh, darah mengikat CO2 Dengan adanya sistem vena, darah
dikemballikan dari bagian kepala dan badan menuju jantung. Vena yang penting
misalnya: vena cardinalisposterior dan vena cardinalis posterior (membawa darah
dari kepala dan badan), vena porta hepatika (membawa darah dari tubuh melewati
hati),vena porta renalis (membawa darah dari tubuh melewati ginjal). Peredaran
darah pada ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu kali
melewati jantung(Baihaqi, 2012).
Tujuan Dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum hematologi adalah untuk mengetahui bentuk sel darah dan kondisi ikan melalui
persentase gumpalan darah serta jumlah sel darah.
kegunaan praktikum Hematologi agar mahasiswa dapat memahami metode yang digunakan
untuk mengamati bentuk sel darah, persentase jumlah pada darah, dan jumlah sel
darah.
METODE
PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikummengenai
hematologi dilaksanakan pada hari
Selasa, 12 Maret 2013 pukul 12.00
WITA, bertempat
di Laboratorium
Fisiologi Biota
Air, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas
Hasanuddin, Makassar.
Alat dan Bahan
Alat
dan bahan yang digunakanpada praktikum Hematologi dapat di lihat pada tabel 1dan
2 :
Tabel 1. Alat yang digunakan beserta fungsinya:
|
NO
|
Bahan
|
Fungsi
|
|
1
|
Spoit
|
Mengambil
sampel darah pada ikan
|
|
2
|
Deg
glass
|
Meratakan
sampel darah pada objek glass
|
|
3
|
Objek
glass
|
Menyimpan
sampel darah
|
|
4
|
Sentrifuge
|
Memisahkan
gumpalan darah dan plasma darah
|
|
5
|
Mikroskop
|
Mengamati
sel darah
|
|
6
|
Tabung
test
|
Tempat
meletakkan mikrohaematokrit pada saat dalam sentrifuge
|
|
7
|
Haematocitometer
|
Mengamati
sel – sel darah
|
|
8
|
Baskom
|
Wadah
atau tempat pembiusan ikan
|
|
9
|
Kalkulator
|
Menghitung
|
|
10
|
Mistar
|
Mengukur
panjang gumpalan dan plasma darah
|
Tabel.2.
Bahan yang digunakan
beserta fungsi:
|
NO
|
Bahan
|
Fungsi
|
|
1
|
IkanNila(Oreochomis
niloticus)
|
Sampel
|
|
2
|
Parafin
|
Penyumbat
mikrohaematokrit
|
|
3
|
EDTA
|
Anti
koagulan
|
|
4
|
Haematoksilin
|
Pemberi
warna pada inti sel darah
|
|
5
|
Larutan
eosin
|
Pemberi
warna pada sitoplasma
|
|
6
|
Alkohol 70%
|
Bahan
fiksasi
|
|
7
|
Methylent
blue
|
Pengencer
darah
|
|
8
|
Es batu
|
Membius
ikan
|
|
9
|
Air tawar
|
Sebagai
media untuk ikan
|
|
10
|
Tissue
|
Membersihkan
alat
|
Prosedur Kerja
A.
Teknik Pewarnaan dan Pengamatan Sel Darah Merah
Mengambil darah ikan (dengan larutan EDTA untuk anti
koagulan), darah diambil didaerahjantung
dengan menggunakan spoitukuran
2 ml. Setelah
itu,teteskan pada dua
buah objek glass lalu ratakan
dengan menggunakan de glass lalu keringkan sampai kering. Kemudian merendam kedua objek glass secara
bersamaan dalam alkohol 70% selama 5 menit untuk memfiksasi
jaringan darah pada sampel.
Lalu, mencuci kedua objek glass dengan menggunakan akuades lalu dikeringkan
sampai kering. Setelah itu, merendam lagi kedua objek glass tersebut dalam
larutan eosyn selama 5 menit, yang berguna untuk mewarnai sitoplasma. Setelah
itu, kedua objek glass tersebut dicuci lagi dengan menggunakan akuades lalu
dikeringkan hingga kering. Kemudian, merendam salah satu objek glass dengan
larutan hemotaxilyn yang berguna untuk mewarnai inti sel selama 5 menit.
Setelah itu,dicuci dengan menggunakan akuades lalu keringkan sampai kering.
Kemudian, kedua objek glass tersebut diamati di bawah mikroskop lalu diamati
bentuk sel nya.
B.
Teknik
Pemisahan Sel Darah dan Plasma Darah
Mengambil darahikandaridaerahjantungdenganmenggunakanspoit. Kemudian darahtersebutdimasukkankedalam mikrohiematokrit. Setelah iu, sumbat kedua ujungnyadenganmenggunakanparafin. Lalu dimasukkan
ke dalam tabung
tes. Setelah itu,
disentrifugasidenganmenggunakansentrifuge selama 1 menit dengan kecepatan 6000 RPM.
Kemudian, Mikrohaematokritdikeluarkanlalumulaimenghitungpanjangdarah. Kemudian, menghitung
gumpalan darah (warna
agak pekat). Kemudian,
menghitung persentase
gumpalan darah dengan
menggunakan rumus.
C.
Teknik
Perhitungan Total Eritrosit
Mengambil
darah ikan dari daerah jantung dengan menggunakan spoit. Kemudian, darah
tersebut dicampurkan dengan
methylent bluelalu homogenkan dengan mengocok dalam spoit. Setelah itu, campuranditeteskandalamhemasitometer secara
perlahan-lahanselama 5 menit.
Kemudian, mengamati di bawahmikroskop dan mulaimenghitungdengan menggunakan rumus.
Analisis Data
Beikut ini rumus
yangyang digunakan pada praktikum hematologi adalah:
Persentase gumpalan darah = panjang gumpalan darah : panjang total x 100
Dimana N adalah Jumlah
sel darah yang di amati.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Teknik pewarnaan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada
praktikum Haematologi dapat dilihat pada gambar dibawah dan diperoleh hasil
sebagai berikut:
|
|

Keterangan:
![]() |
1.
Dinding
sel
2.
Sitoplasma
Gambar 1.Sel darah merah Ikan Nila (Oreochromis niloticus)sebelum
dicelupkan ke dalam haematoxilin.
dicelupkan ke dalam haematoxilin.
Warna dari eritrosit berasal dari gugus heme yang
terdapat pada hemoglobin. Sedangkan cairan plasma darah sendiri berwarna kuning kecoklatan,
tetapi eritrosit akan berubah warna tergantung pada kondisi hemoglobin. Ketika terikat pada oksigen,
eritrosit akan berwarna merah terang dan ketika oksigen dilepas maka warna
erirosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna kebiru-biruan
pada pembuluh darah dan kulit. Pada ikan teleost,
jumlah normal eritrosit adalah 1,05×106 – 3,0×106
sel/mm3. Seperti halnya pada
hematokrit, kadar eritrosit
yang rendah menunjukkan terjadinya
anemia. Sedangkan kadar tinggi menandakan bahwa ikan dalam keadaan
stress (Maswira, 2008).
Pada gambar 1 dapat dilihat
bahwa keadaan sel darah merah Ikan sebelum
dicelupkan pada haematoxylin adalah
eritrosit masih berwarna merah berbentuk lonjong. Terkadang dijumpai bahwa bentuk
eritrosit pada
ikan menyerupai bentuk eritrosit pada manusia. Eritrosit dewasa berbentuk
lonjong, kecil dan berdiameter 7-36 mikron tergantung
pada spesies ikannya.
Eritrosit dewasa berbentuk
lonjong, kecil dan berdiameter
7-36 mikron tergantung pada spesies ikannya. Jumlah eritrosit pada masing-masing
spesies juga berbeda, tergantung aktivitas ikan
tersebut. Pada ikan yang
memiliki aktivitas tinggi
seperti ikan predator blue marlin memiliki hematokrit 43% dan mackerel
52,5%, sedangkan pada ikan nototheniid Pagothenia bermacchii hanya 21% (Fujaya,
2008).
|
|
|

Keterangan:
1.

Dinding
sel
2.
Inti
Sel
3.
Sitoplasma
Gambar
2. Sel darah merah Ikan Nila (Oreochromis niloticus)setelah dicelupkan
ke dalam haematoxilin.
Pada gambar
di atas maka
disimpulkan bahwa sel
darah merah (eritrosit) pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah berbentuk
agak lonjong dimana memiliki
dinding sel, sitoplasma dan
inti sel setelah pemberian larutan
haematoxylin, maka sel
darah merah tampak
jelas dimana warna sel
darah merah berubah
menjadi merah kekuning-kuningan. Hal ini dikarenakan sel
darah merah pada sampel telah dicelupkan dalam
larutan hematoxylin dan eosin yang berfungsi memberikan warna pada
inti sel dan
sitoplasma sehingga mudah
terlihat. Eritrosit dewasa berbentuk
lonjong, kecil dan berdiameter
7-36 mikron tergantung pada spesies ikan (Ilham, 2012).
Eritrosit
berperan terutama dalam transport gas. Ukurannya sekitar 7,5µm, bentuknya
cakram bikonkaf atau cakram pipih dengan bagian pusat lebih tipis dan lebih
terang dari bagian tepinya. Bentuk ini menguntungkan karena permukaannya
menjadi lebih luas untuk proses difusi gas (dibandingkan bentuk bola atau
kubus). Eritrosit merupakan sel tidak berinti, tidak punya organel seperti
sel-sel lain. Seolah-olah merupakan
kantung untuk hemoglobin (Hb). Hb adalah protein eritrosit yang berfungsi dalam
mentransport O2. Eritrosit pada ikan berbentuk bulat lonjong dan
setelah diberikan haematoxylin inti sel pada ikan berwarna biru tua, sedangkan
yang berwarna merah pink adalah membran plasma (sitoplasma). Ketika terikat
pada oksigen, eritrosit akan berwarna merah terang dan ketika oksigen dilepas
maka warna erirosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna
kebiru-biruan pada pembuluh darah dan kulit. Eritrosit pada ikan Ikan
sebagaimana vertebrata lain, memiliki sel darah merah (eritrosit) berinti
dan berwarna merah kekuningan dengan bentuk dan ukuran bervariasi antara satu
spesies dengan lainnya(Albert,2010).
Terkadang dijumpai bahwa bentuk eritrosit pada ikan menyerupai bentuk eritrosit pada
manusia. Eritrosit dewasa berbentuk lonjong, kecil dan berdiameter 7-36 mikrontergantung pada spesies ikannya. Jumlah eritrosit
pada masing-masing spesies juga berbeda, tergantung aktivitas ikan
tersebut (Kuswardani, 2006).
Sistem peredaran
darah pada ikan
terdiri dari: jantung
beruang dua, yaitu sebuah-bilik (ventrikel) dan
sebuah serambi (atrium).
Jantung terletak dibawah faring
di dalam rongga
pericardium , yaitu bagian
dari rongga tubuh
yang terletak dianterior
(muka). selain itu,
terdapat organ sinus
venosus, yaitu struktur
penghubung berupa rongga
yang menerima darah dari
vena dan terbuka
di ruang depan jantung.
Darah ikan tampak pucat dan relative sedikit bila dibanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih. Lien (limpa) sebagai bigian dari sistem peredaran terdapat di dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa (Djawad,dkk. 2003).
Darah ikan tampak pucat dan relative sedikit bila dibanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih. Lien (limpa) sebagai bigian dari sistem peredaran terdapat di dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa (Djawad,dkk. 2003).
Pada proses
peredaran darah, darah dari seluruh tubuh yang mengandung CO2 kembali ke
jantung melalui vena dan berkumpul di sinus venosus kemudian masuk ke serambi.
Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang
melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri. Oksigen
diikat oleh darah, selanjutnya menuju arteri eferen brakialis dan melalui aorta
dorsalis darah diedarkan ke seluruh tubuh. Di jaringan tubuh, darah mengikat
CO2 Dengan adanya sistem vena, darah dikemballikan dari bagian kepala dan badan
menuju jantung. Vena yang penting misalnya: vena cardinalisposterior dan vena
cardinalis posterior (membawa darah dari kepala dan badan), vena porta hepatika
(membawa darah dari tubuh melewati hati),vena porta renalis (membawa darah dari
tubuh melewati ginjal). Peredaran darah pada ikan disebut peredaran darah
tunggal karena darah hanya satu kali melewati jantung (Hendra, 2008).
Jadi secara
umum, sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas
sebuah pompa pipa, katup, dan cairan. Meskipun jantung teleostey terdiri atas
empat bagian ( atrium, ventrikel, bulbus dan sinus venosus), namun pada kenyataannya
mirip dengan satu silinder pompa piston tunggal. Untuk menjamin aliran darah
terus berlangsung, maka darah dipompa dengan perbedaan tekanan. Tekanan jantung
lebih besar dari tekanan arteri.
III. 2 Kadar haematokrit
Tabel
1, Hasalpengamatanhematrosit ikanNila (Oreochromis niloticus) adalah:
|
panjang total darah
|
3,8 cm
|
|
Panjanggumpalandarah
|
3,4 cm
|
|
volume gumpalandarah
|
54,25
|
Diketahui : panjang gumpalan darah = 3,4 cm
Panjang total gumpalan darah = 1 cm
Panjang Gumpakan darah
x 100
= 54,25
% cm
Pada kadar haematokrit, diketahui panjang gumpalan darah
adalah 1 cm, dan panjang total gumpalan darah adalah 54,25 cm. Kemudian penghitungan
gumpalan darah dapat dilakukan dengan membagi panjang gumpalan darah dengan
panjang total gumpalan darah dikali 100 %, sehingga didapatkan 54,25 %.Volume gumpalan darah untuk
ikan yang normal 52%
karena dipengaruhi oleh aktifitas ikan tersebut. Seperti yang dijelaskan bahwa
kadar hematokrit pada masing-masing spesies itu berbeda-beda, tergantung
aktivitasnya. Pada ikan yang memiliki aktivitas tinggi seperti ikan predator
memiliki hematokrit 43%, sedangkan pada ikan biasa memiliki hematokrit 21%
(Fujaya, 2004).
3.
Total eritrosit
|
Kotak 1
|
Kotak 2
|
Kotak 3
|
Kotak 4
|
|
3
|
5
|
5
|
11
|
Diketahui = n
= 734
Jawaban = N
= n x 104
734 x 104 = 73400000
Pada total
eritrosit, didapatkan pada kotak 1 terdapat 3 sel darah,kotak 2 terdapat 5, kotak 3 terdapat 5 dan kotak 4 terdapat 11 sel darah, kemudian
keseluruhan jumlah sel darah di setiap kotak dijumlah, sehingga didapatkan 24. Kemudian menggunakan rumus
total eritrosit yaitu N x 104, sehingga didapatkan 24 x 104 = 2.400.000.
Jumlah eritrosit pada ikan itu berbeda-beda tergantung aktivitas ikan tersebut,
pada ikan nila jumlah eritrositnya 2.400.000, jumlah tersebut merupakan jumlah
normal untuk ikan sehat (Fujaya, 2004)
Pada ikan, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam
darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat
oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein
pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein
pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang
belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru,
mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye)
(Tuwo,2011).
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dalam praktikum haematologi,
maka dapat disimpulkan bahwa:
v Bentuk dari eritrosit adalah
lonjong dengan sitoplasma berwarna merah muda setelah diberi eosin, dan inti
sel yang berwarna biru setelah diberi pewarnaan haematoxilyn.
v Volume gumpalan darah 29%
dapat dikatakan bahwa ikan nila tersebut sehat.
v Jumlah total eritrosit Ikan Nila(Oreochromis niloticus) yang
diamati berkisar antara 20.000sel/ml – 3.000.000 sel/ml yaitu 950.000, jumlah
tersebut merupakan jumlah yang normal untuk ikan yang sehat.
Saran
Laboratorium
Adapun saran saya dalam
laboratorium yaitu Kebersihan
dalam laboratorium usahakann tetap terjaga serta alat- alat yang di gunakan di
jaga baik- baik.
Asisten
1.
K’
Muh. KASYFUL ANWAR
Saya berharap kakak bisa hadir saat
praktikum berlangsung dan memberikan materi, walaupun cuman sedikit.
2.
K’
ACHMAD FUAD FATHURRAHMAN
Kakak orangnya baik dan menjelaskan
sukup bagus dicerna serta pertahankan tetap semangat.
DAFTAR
PUSTAKA
Albert,2010.http://www.scribd.com/doc/42759323/5/DEFINISI-ANESTESI.(Diakses pada
hari minggu pukul 14:00 WITA, 10 Maret 2012. Makassar).
Fujaya.yushinta,
2004, Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan, Rineka cipta :
Jakarta.
Djawad,
M.Iqbal, Irfan Ambas, Yusri Karim. 2003. Penuntun
Praktikum Fisiologi Hewan Air. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Fujaya,Y. 2008. Fisiologi Ikan. Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. PT.Rineka Cipta. Jakarta.
Viki, Bahihaqi.2011 ;http://baihaqi-viking.blogspot.com/2011/12/sistem-peredaran-darah-pada-ikan.html(Diakses pada hari minggu pukul 21:21 WIB. 24 maret 2013.
Makassar).
Aryanti, 2011 ;http://reymhondzha.blogspot.com/2011/07/laporan-praktikum-fisiologi-hewan-air.html (Diakses pada hari minggu pukul 21:21 WIB. 24 maret 2013.
Makassar).
Hendra, 2008 ;http://www.scribd.com/doc/45929477/DARAH-IKAN (Diakses pada hari minngu pukul 14:00 WITA, 24 Maret
2013. Makassar).
Rahardjo
.M.F, 1984. Ikhtiologi. IPB: Bogor.
Tuwo,
A. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut. Brillian Internasional.
Surabaya.
Surabaya.
Zalkandary,2009.http://id.shvoong.com/exact-sciences/2007808-sistem-peredaran-darah-pada ikan/#ixzz1tItFctlr (Diakses pada hari jumat
pukul 14:00 WITA, 27 April 2012. Makassar).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolong Komentarnya ya... Biar aku bisa memperbaaiki apa yang kurang dan salah.
Mohon bantuannya ^_^