LAPORAN PRAKTIKUM MANA
JEMEN AKUAKULTUR TAWAR (HATCHERY)
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP
PERTUMBUHAN IKAN LELE ( Clarias batrachus )
AHMAD SUKARJI_
L221 11 262
![]() |
JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS ILMU
KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
I. PENDAHULUAN
I.
1. Latar Belakang
Perikanan merupakan suatu bidang ilmu yang terus berubah dan
berkembang. Sebagai ilmu yang
mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan penangkapan, pemiaraan, dan pembudidayaan
ikan, ilmu perikanan sangat membantu pencapaian sasaran pembangunan nasional,
yakni masyarakat maritim yang mandiri. Karenanya, ilmu perikanan harus
terus dikaji dan dikembangkan terutama oleh dosen dan mahasiswa perikanan
sebagai ujung tombak pengembangan dan penerapan teknologi perikanan.
Sebagaimana ilmi-ilmu terapan yang lain, pengembangan ilmu dan teknologi
perikanan sangat ditentukan oleh pengetahuan dasar yang memadai, antara lain
fisiologi. (Fujaya, 2004).
Menurut
Mudjiman (1998), pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan ikan dalam berat,
ukuran, maupun volume seiring dengan berubahnya waktu. Pertumbuhan ikan
dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan
faktor-faktor yang berhubungan dengan ikan itu sendiri seperti umur, dan sifat genetik
ikan yang meliputi keturunan, kemampuan untuk memanfaatkan makanan dan
ketahanan terhadap penyakit. Faktor eksternal merupakan faktor yang berkaitan
dengan lingkungan tempat hidup ikan yang meliputi sifat fisika dan kimia air,
ruang gerak dan ketersediaan makanan dari segi kualitas dan kuantitas.
Di
Indonesia, Ikan Lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang (Padang),
Ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan
Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis),I kan lele atau lindi (Jawa
Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan
nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan
keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), dan ca tre
trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking
catfish. Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin.
Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah
yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari
makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung
di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan ( Soebandri,
2012).
I. 2. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan
dilakukannya praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui cara beserta
teknik pemeliharaan dan perawatan ikan yang baik, serta bagaimana cara
penaganannya agar mahasiswa dapat membandingkan, dan megetahui ilmu yang di
dapatkan di bangku kuliah atau di dalam kelas berdasarkan teori yang ada dengan
kenyataan yang terjadi pada lapangan untuk dijadikan pengetahuan tambahan dalam
kegiatan budidaya.
Kegunaan
dilakukannya praktikum terpadu Manajemen Akuakultur Tawar adalah agar mahasiswa
lebih dapat memahami dalam membandingkan, dan megetahui ilmu yang di dapatkan
di bangku kuliah atau di dalam kelas berdasarkan teori yang ada dengan
kenyataan yang terjadi pada lapangan untuk dijadikan pengetahuan tambahan.
II.
METODOLOGI PRAKTIKUM
II. 1. Waktu dan Tempat
Praktikum Manajemen Akuakultur Tawar
ini dilakukan pada hari Senin, 1 – 30 April 2013. Bertempat di Hatchery,
Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas
Hasanuddin, Makassar.
II. 2. Alat dan Bahan
Alat
dan bahan yang digunakan pada praktikum Manajemen Akuakultur Tawar ini dapat dilihat
dari pada tabel 1 dan 2 di bawah ini :
Tabel
1. Alat yang digunakan beserta fungsi.
|
No.
|
Alat
|
Fungsi
|
|
1.
|
Timbangan
elektrik
|
Sebagi
pengukur berat ikan.
|
|
2.
|
Aerator
|
Sebagai
penyuplai oksigen.
|
|
3.
|
Akuarium
|
Sebagai
wadah media hidup pemeliharaan ikan.
|
|
4.
|
Selang
|
Sebagai
penyipon, penyaluran air pada pengisian akuarium
|
Tabel 2. Bahan yang digunakan serta
fungsi.
|
No.
|
Bahan
|
Fungsi
|
|
1.
|
Air
|
Sebagai
media hidup ikan.
|
|
2.
|
Pakan
|
Sebagai
pemenuh kebutuhan nutrisi ikan.
|
|
3.
|
Ikan
lele
|
Sebagai
obyek praktikum.
|
II. 3. Prosedur Kerja
Berikut adalah
prosedur kerja yang dilakukan pada kegiatan praktikum Manajemen Akuakultur
Tawar kali ini adalah menyiapkan segala
peralatan yang dibutuhkan dalam praktikum. Setelah itu lakukan pencucian
akuarium hingga bersih, setelah bersih akuarium di isi dengan air sekitar ¾
dari tinggi akuarium, pasangkan aerator diamkan semalaman penuh, siapkan benih
ikan lele yang sehat serta berukuran 1-3 cm sebanyak 20 ekor yang sebelumnya
telah ditimbang berat badannya, aklimatisasikan ikan selama 5 menit, dan yang
terakhir lakukan pengontorolan setiap hari (kecuali hari libur) ikan dimulai
dari pembagian kerja untuk memberikan pakan, mengganti air hingga minggu ke- 4
(sebulan), serta melakukan proses dokumentasi.
III.
HASIL DAN PEMBAHASAN
III. 1. Hasil
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan dapat
dilihat pada gambar dan tabel hasil pengukuran berat bobot tubuh Ikan Lele awal
dan akhir serta pembagian jadwal kerja di bawah ini:
Gambar 1.
Benih Ikan Lele ( Clarias
batrachus ).
keterangan
: Benih Ikan Lele yang berukuran 1-3 cm.
Gambar
2. Akuarium Tempat
Pemeliharaan Ikan Lele ( Clarias
batrachus ).
Keterangan
: Akuarium yang digunakan pada pemeliharaan ikan lele.
Tabel
1. Rata – Rata Berat Awal dan Berat Akhir Ikan Lele Selama 4 Minggu.
|
No.
|
Berat Awal Rata- Rata (
gram)
|
Berat
Akhir Rata-Rata ( gram)
|
|
1
|
1,25
|
1,13
|
Tabel 3. Jadwal Pembagian Kerja Hingga Minggu ke- 4
|
Hari
|
Petugas Kerja
|
Kegiatan
|
|
Senin
|
Ahmad Sukarji
|
Memberi pakan
|
|
Selasa
|
Hardiansyah Wirabuana
|
Memberi pakan
|
|
Rabu
Kamis
|
Sahariah
Muliana
|
Memberi pakan
Memberi pakan
|
|
Kamis
|
Bersama
|
Memberi pakan dan membersihkan atau penyimponan akuarium
|
III. 2 Pembahasan
Klasifikasi
ikan lele menurut Hasanuddin
Saanin dalam Djatmika dkk (1986) adalah:
Kingdom : Animalia
Sub-kingdom : Metazoa
Phyllum : Chordata
Sub-phyllum : Vertebrata
Kelas :
Pisces
Sub-kelas : Teleostei
Ordo
: Ostariophysi
Sub-ordo : Siluroidea
Familia : Clariidae
Genus : Clarias
Spesies : Clarias batrachus
Benih
ikan yang sehat dipisahkan dari benih ikan yang tidak sehat ke dalam wadah yang
berlainan. Tanda-tanda benih ikan yang tidak sehat adalah gerakan lamban dan
tubuhnya tidak segar, sedangkan tanda-tanda benih ikan yang sehat adalah
tubuhnya segar, tidak cacat dan berenang dengan lincah (gesit). Benih-benih
ikan dipisah-pisahkan berdasarkan ukuran tubuhnya menjadi kelompok-kelompok
yang berukuran sama. Pemeliharaan benih yang memiliki ukuran sama bertujuan
agar pada saat panen diperoleh ukuran ikan yang seragam. Disamping itu,
keseragaman benih ikan dapat memudahkan pemeliharaannya, terutama dalam
pemberian pakan (Cahyono 2000).
Pertumbuhan
ikan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan
faktor-faktor yang berhubungan dengan ikan itu sendiri seperti umur, dan sifat
genetik ikan yang meliputi keturunan, kemampuan untuk memanfaatkan makanan dan
ketahanan terhadap penyakit. Faktor eksternal merupakan faktor yang berkaitan
dengan lingkungan tempat hidup ikan yang meliputi sifat fisika dan kimia air,
ruang gerak dan ketersediaan makanan dari segi kualitas dan kuantitas (
Mudjiman, 1998).
Pemberian
pakan pada benih ikan umur 7 sampai 15 hari biasanya diberi pakan dalam bentuk
tepung dan remah. Benih umur 15 sampai 30 hari dapat diberi pakan berupa pelet
yang berdiameter ± 1 mm atau disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Pakan ini
diberikan 3-5 kali sehari (Soetomo, 1987).
Dalam manajemen
pemberian pakan ada 6 faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Feeding
frekuensi
2. Feeding
time
3. Feeding
behaviour
4. Feeding
habits
5. Feeding
periodicity
6. Feeding
level
2.4. Tingkat kelangsungan hidup. (Darwinsyah,
2013).
Kelangsungan hidup adalah peluang
hidup suatu individu dalam waktu tertentu, sedangkan mortalitas adalah kematian
yang terjadi pada suatu populasi organisme yang menyebabkan berkurangnya jumlah
individu di populasi tersebut (Effendi, 1979). Tingkat kelangsungan hidup akan
menentukan produksi yang diperoleh dan erat kaitannya dengan ukuran ikan yang
dipelihara.
Kelangsungan hidup benih ditentukan
oleh kualitas induk, kualitas telur, kualitas air serta perbandingan antara
jumlah makanan dan kepadatannya. Padat tebar yang terjadi dapat menjadi salah
satu penyebab rendahnya tingkat kelangsungan hidup suatu organisme, terlihat
kecenderungannya bahwa makin meningkat padat tebar ikan maka tingkat
kelangsungan hidupnya akan makin kecil (Allen, 1974).
Nilai tingkat kelangsungan hidup ikan
rata-rata yang baik berkisar antara 73,5-86,0 %. Kelangsungan hidup
ikan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya kualitas air meliputi suhu,
kadar amoniak dan nitrit, oksigen yang terlarut, dan tingkat keasaman (pH)
perairan, serta rasio antara jumlah pakan dengan kepadatan (DEPTAN, 1999).
Frekuensi
pemberian pakan adalah jumlah pemberian pakan per satuan waktu, misalnya dalam
satu hari pakan diberikan tiga kali. Pada ukuran larva frekuensi pemberian
pakan harus tinggi karena laju pengosongan lambungnya lebih cepat,
dan dengan semakin besarnya ukuran ikan yang dipelihara maka frekuensi
pemberian pakannya semakin jarang. Laju evakuasi pakan didalam lambung
atau pengosongan lambung ini tergantung pada ukuran dan jenis ikan kultur,
serta suhu air (Effendi, 2004). Untuk ikan lele, satu sampai tiga hari setelah
tebar pakan diberikan empat kali dalam sehari dan setelah itu tiga kali.
Didalam
pengelolaan pemberian pakan tentunya dituntut untuk membuat manajemen pemberian
pakan yang efektif dan efisien sehingga pembesaran ikan lele dapat optimal.
Selain itu ketersediaan pakan dan oksigen sangat penting bagi ikan untuk
keberlangsungan pertumbuhannya. Pemberian pakan pada ikan yang dibesarkan
harus dilakukan secara tepat, jumlah, ukuranan sifat pakan, teknik serta waktu
pemberian pakan. Hal ini penting supaya nantinya kita benar-benar mengetahui secara
pasti teknik pemberian pakan yang benar dan baik.Sebelum kegiatan yang terakhir
praktikum ini mengalami kegagalan total sebanyak 3 kali pengulangan yang di
tandai kematian total pada sampel benih ikan lele sebelum mencapai 4 minggu.
Pada percobaan yang ke- 4 baru percobaan bisa dikatakan berhasil.
Berdasarkan
hasil praktikum Laju pertumbuhan memperlihatkan kurang baik.
Ini bisa jadi diakibatkan oleh human error yaitu faktor
kurang teliti pada saat melakukan penimbangan sampel ikan serta pengukuran
panjang sampel ikan lele tersebut, sehingga adanya perkiraan atau kira-kira
pada hasil sampling. Terkait dengan hasil minggu ke-4 yang laju pertumbuhannya
menurun, ini dikarenakan pada saat kita melakukan sampling, sampel
ikan yang terambil berukuran dan berbobot kecil, sehingga hasil yang diperoleh
pun seakan – akan menunjukkan laju pertumbuhan yang rendah.
IV.
KESIMPULAN
DAN SARAN
IV. 1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah
dilakukan maka,dapat disimpulkan bahwa praktikum yang kita lakukan terhadap
pengelolaan pemberian pakan terhadap ikan lele, yaitu:
1.
Hasil
praktikum yang diperoleh dalam waktu ±4 minggu dengan jumlah total ikan lele
ketika pertama kali di masukan kedalam kolam/bak adalah 20 ekor.
2.
Kematian
total pada percobaan 1–3 ini disebabkan oleh tingkat kepadatan yang tinggi yang
tidak terlalu tinggi terhadap benih ikan lele yang kita pelihara dan mungkin disebabkan
karena kualitas air, suhu,DO.
3.
Efisiensi
asupan makanan/pakan dan factor lingkungan baik dari internal maupun eksternal
serta benih yang dipelihara dalam kondisi sakit atau tidak sehat.
IV. 2.
Saran
Saran yang dapat aku berikan adalah
saat praktikum tawar benih ikan lele sangat sulit untuk di cari, kalaw bisa
asisten memberikan ikan uji tidak terlalu susah di cari benihnya. Saran untuk Sri
Wahyuni Firman adalah kakak harus lebih sabar dan tolong jelaskan lebih rinci
bagaimana cara praktik ikan lele di Hatchery.
DAFTAR PUSTAKA
Allen. 1974. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju
Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com.
Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Cahyono. 2000. Laporan Praktikum Manajemen Akuakultur Tawar.
(Dalam). http://my.opera.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada
pukul 10.00 WITA. Makassar.
Darwinsyah. 2013. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju
Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com.
Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
DEPTAN. 1999. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju Pertumbuhan
dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com.
Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Effendi. 2004. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju
Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com.
Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Effendi. 1979. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju
Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com.
Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Fujaya Yushinta. 2004.
Pengertian Hematologi Ilmu. (Dalam). http://teguhheriyanto.blogspot.com/archive.html.
Diakses pada hari Minggu, 24 Maret 2013. Pukul 16.04 WITA. Makassar.
Mudjiman. 1998. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju
Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com.
Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Soebandri, Sahi. 2011. Menghitung
Indeks Kematangan Gonad. (Dalam). http://soebandri-sahi.blogspot.com. Diakses
pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.10 WITA. Makassar.
Soetomo. 1987. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju
Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com.
Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA.
Saanin,
Hasanuddin dalam Djatmika dkk. 1986. Menghitung Indeks
Kematangan Gonad. (Dalam). http://soebandri-sahi.blogspot.com. Diakses pada
hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.10 WITA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolong Komentarnya ya... Biar aku bisa memperbaaiki apa yang kurang dan salah.
Mohon bantuannya ^_^